Nama : Syifa Wardhani
Kelas : 1PA09
NPM : 18513774
Tugas Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar
Dibawah ini adalah link makalah mengenai "Dampak iptek di kehidupan manusia dan Hubungan antara ekologi dan ilmu lainnya, termasuk psikologi"
https://drive.google.com/file/d/0B6bAEC8mQRhgaEJ3LVU2SENiUUE/edit?usp=sharing
Entri Populer
-
Lima kebutuhan Maslow Lima kebutuhan Maslow yang tertulis dalam bukunya “Motivation and Personality” yang di uraikan bahwa pada buku terseb...
-
Psikologi Manajemen Minggu ke- 14 Hubungan pelaksanaan kerja dan kepuasan kerja Ada sejumlah faktor ekstrinsik yang terdiri dar...
-
Jelaskan metode terapi humanistik eksistensial Definisi dan Sejarah Terapi Humanistik Eksistensial Istilah psikologi humani...
-
SIKAP KERJA DAN KEPUASAN KERJA A. TEORI-TEORI KEPUASAN KERJA Menurut Wexley dan Yukl (1977) teori-teori tentang kepuasan kerja ada tiga mac...
Jumat, 09 Mei 2014
Rabu, 07 Mei 2014
Nama : Syifa Wardhani
Kelas : 1PA09
NPM : 18513774
Tugas Perkembangan Kreatifitas dan keberbakatan
(Analisis Kasus)
Semakin Banyak Hijabers Berprestasi
Memang
benar kata orang, untuk mendapatkan prestasi tidak mengenal orang, fisik dan
juga penampilan. Khususnya bagi para perempuan berjilbab atau yang saat ini
sering disebut hijab. Bagi Icho Farah, wanita yang sejak dua tahun lalu
mengenakan hijab dan merupakan founder-nya Hijabers Medan ini, mengatakan
saat ini cukup banyak wanita-wanita yang bergerak di bidang entertainment
yang berprestasi meskipun menggunakan jilbab.
"Tentunya
dalam komunitas Hijabers Medan banyak kreatifitas yang dihasilkan di
masing-masing anggota. Baik jilbab dan fashion. Namun setiap kreatifitas
tersebut belum tentu apa yang dipakai sesuai di mata orang begitu juga
sebaliknya. Untuk itu, dikatakan Icho maka pintar-pintar kita untuk
mengkreasikan style kita," ujarnya Jumat (7/3).
"Selain itu tentu ada pro dan kontra dalam masyarakat mengenai komunitas
ini, tapi saya menganggap itu kembali ke diri kita masing-masing. Yang
pastinya Hijabers Medan ini niatnya Syiar. Kalau niat kita Syiar apapun yang
dibilang orang kita tetap jalan. Kembali ke niat dong, di mana kita berharap
agar muslimah-muslimah yang di Medan tentunya yang belum berhijab akan
berhijab," ungkapnya.
Dan pihaknya tak menutup pintu untuk kaum muslimah yang belum berhijab
silahkan ikut bergabung bersama. Karena semakin sering kita berkumpul dengan
orang-orang berhijab akan semakin kuat percaya diri kita untuk berhijab
tambahnya.Selain aktif dengan pengajian.
Muslimah-muslimah lainnya juga bisa berinteraksi melalui sosial media yang
sudah berkembang pesat juga. Dan dari media tersebut pihaknya sering berbagi
info.
Baginya, menggunakan hijab juga tidak harus berlebihan dengan gaya yang
ribet. Karena akan banyak mengundang pertanyaan orang, dan mengatakan terlalu
ribet bila berhijab. Untuk itu pakailah jilbab yang simpel apalagi saat kita
hanya ingin pergi ke mall atau acara yang santai.
Jadi buatlah sesimpel mungkin, lain halnya bila ingin pergi ke pesta atau
acara resmi. Tapi kalau yang simpel bila ingin untuk sholat jadi lebih
gampang.
"Berhijab akan selalu bermasalah dengan rambut untuk itu, pakai shampo
anti rontok dan anti ketombe. Dan saya pribadi juga mengusahakan jangan
menggunakan jilbab saat rambut basah, usahakan sampai kering, karena itu akan
membuat rambut lepek dan bau. Dan gantilah jilbab serta inernya sesering
mungkin karena itu juga mempengaruhi," sarannya. (prawira)
Analisis
Kasus
Pada
contoh diatas dijelaskan bahwa sekarang para perempuan berjilbab atau
berhijab sudah tak lagi dipandang orang dengan setengah mata, ini di
karenakan bahwa tren hijab sudah meracuni sebagian besar masyarakat
Indonesia. Bahkan sekarang bermunculan desainer-desainer muda yang khusus
merancang baju hijab. Dan menurut saya pada kasus di atas dengan semakin
banyaknya komunitas hijab yang ada akan meningkatkan kreatifitas seseorang
dalam mengaplikasikan sesuatu yang dipakainya. Dan juga komunitas jibab juga
dapat menumbuhkan rasa percaya diri seseorang yang memakai jilbab, karena
pada jaman sekarang wanita-wanita yang berjilbab tidak akan merasa bahwa yang
mereka gunakan selama ini hanyalah gaya berjilbab itu-itu saja namun dapat
mengaplikasikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa. Dan juga dalam
komunitas diatas mereka berinteraksi melalui media-media sosial. Dan hal
tersebut juga dapat mengefisienkan waktu dalam hal berbagi inovasi bergaya
jibab antar anggota komunitas. Pada kasus ini juga diterangkan bahwa berhijab
tak harus dengan gaya berpakaian dan berkerudung yang ribet, namun kita juga
dapat mengaplikasikannya secara simple. Dan juga pada jaman sekarang
kaum-kaum hijab sudah tak lagi pusing harus dimana mereka mencari
pakaian-pakaian yang model-model hijab, itu di karenakan bahwa sekarang sudah
banyak memjamur took-toko yang menjual pakaian model hijab dan juga
dibeberapa took pakaian hijab kita dapat mengkreasikan kreasi kita untuk
mencocokan pakaian dan jilbab yang akan kita gunakan.
Sumber :http://medanbisnisdaily.com/news/read/2014/03/08/83312/semakin_banyak_hijabers_berprestasi/
Nama : Syifa Wardhani
Kelas : 1PA09
NPM : 18513774
Tugas Perkembangan Kreatifitas dan keberbakatan
(Analisis Kasus)
Semakin Banyak Hijabers Berprestasi
Memang
benar kata orang, untuk mendapatkan prestasi tidak mengenal orang, fisik dan
juga penampilan. Khususnya bagi para perempuan berjilbab atau yang saat ini
sering disebut hijab. Bagi Icho Farah, wanita yang sejak dua tahun lalu
mengenakan hijab dan merupakan founder-nya Hijabers Medan ini, mengatakan
saat ini cukup banyak wanita-wanita yang bergerak di bidang entertainment
yang berprestasi meskipun menggunakan jilbab.
"Tentunya
dalam komunitas Hijabers Medan banyak kreatifitas yang dihasilkan di
masing-masing anggota. Baik jilbab dan fashion. Namun setiap kreatifitas
tersebut belum tentu apa yang dipakai sesuai di mata orang begitu juga
sebaliknya. Untuk itu, dikatakan Icho maka pintar-pintar kita untuk
mengkreasikan style kita," ujarnya Jumat (7/3).
"Selain itu tentu ada pro dan kontra dalam masyarakat mengenai komunitas
ini, tapi saya menganggap itu kembali ke diri kita masing-masing. Yang
pastinya Hijabers Medan ini niatnya Syiar. Kalau niat kita Syiar apapun yang
dibilang orang kita tetap jalan. Kembali ke niat dong, di mana kita berharap
agar muslimah-muslimah yang di Medan tentunya yang belum berhijab akan
berhijab," ungkapnya.
Dan pihaknya tak menutup pintu untuk kaum muslimah yang belum berhijab
silahkan ikut bergabung bersama. Karena semakin sering kita berkumpul dengan
orang-orang berhijab akan semakin kuat percaya diri kita untuk berhijab
tambahnya.Selain aktif dengan pengajian.
Muslimah-muslimah lainnya juga bisa berinteraksi melalui sosial media yang
sudah berkembang pesat juga. Dan dari media tersebut pihaknya sering berbagi
info.
Baginya, menggunakan hijab juga tidak harus berlebihan dengan gaya yang
ribet. Karena akan banyak mengundang pertanyaan orang, dan mengatakan terlalu
ribet bila berhijab. Untuk itu pakailah jilbab yang simpel apalagi saat kita
hanya ingin pergi ke mall atau acara yang santai.
Jadi buatlah sesimpel mungkin, lain halnya bila ingin pergi ke pesta atau
acara resmi. Tapi kalau yang simpel bila ingin untuk sholat jadi lebih
gampang.
"Berhijab akan selalu bermasalah dengan rambut untuk itu, pakai shampo
anti rontok dan anti ketombe. Dan saya pribadi juga mengusahakan jangan
menggunakan jilbab saat rambut basah, usahakan sampai kering, karena itu akan
membuat rambut lepek dan bau. Dan gantilah jilbab serta inernya sesering
mungkin karena itu juga mempengaruhi," sarannya. (prawira)
Analisis
Kasus
Pada
contoh diatas dijelaskan bahwa sekarang para perempuan berjilbab atau
berhijab sudah tak lagi dipandang orang dengan setengah mata, ini di
karenakan bahwa tren hijab sudah meracuni sebagian besar masyarakat
Indonesia. Bahkan sekarang bermunculan desainer-desainer muda yang khusus
merancang baju hijab. Dan menurut saya pada kasus di atas dengan semakin
banyaknya komunitas hijab yang ada akan meningkatkan kreatifitas seseorang
dalam mengaplikasikan sesuatu yang dipakainya. Dan juga komunitas jibab juga
dapat menumbuhkan rasa percaya diri seseorang yang memakai jilbab, karena
pada jaman sekarang wanita-wanita yang berjilbab tidak akan merasa bahwa yang
mereka gunakan selama ini hanyalah gaya berjilbab itu-itu saja namun dapat
mengaplikasikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa. Dan juga dalam
komunitas diatas mereka berinteraksi melalui media-media sosial. Dan hal
tersebut juga dapat mengefisienkan waktu dalam hal berbagi inovasi bergaya
jibab antar anggota komunitas. Pada kasus ini juga diterangkan bahwa berhijab
tak harus dengan gaya berpakaian dan berkerudung yang ribet, namun kita juga
dapat mengaplikasikannya secara simple. Dan juga pada jaman sekarang
kaum-kaum hijab sudah tak lagi pusing harus dimana mereka mencari
pakaian-pakaian yang model-model hijab, itu di karenakan bahwa sekarang sudah
banyak memjamur took-toko yang menjual pakaian model hijab dan juga
dibeberapa took pakaian hijab kita dapat mengkreasikan kreasi kita untuk
mencocokan pakaian dan jilbab yang akan kita gunakan.
Sumber :http://medanbisnisdaily.com/news/read/2014/03/08/83312/semakin_banyak_hijabers_berprestasi/
Kelas : 1PA09
NPM : 18513774
(Analisis Kasus)
Semakin Banyak Hijabers Berprestasi
|
Memang
benar kata orang, untuk mendapatkan prestasi tidak mengenal orang, fisik dan
juga penampilan. Khususnya bagi para perempuan berjilbab atau yang saat ini
sering disebut hijab. Bagi Icho Farah, wanita yang sejak dua tahun lalu
mengenakan hijab dan merupakan founder-nya Hijabers Medan ini, mengatakan
saat ini cukup banyak wanita-wanita yang bergerak di bidang entertainment
yang berprestasi meskipun menggunakan jilbab.
|
|
"Tentunya
dalam komunitas Hijabers Medan banyak kreatifitas yang dihasilkan di
masing-masing anggota. Baik jilbab dan fashion. Namun setiap kreatifitas
tersebut belum tentu apa yang dipakai sesuai di mata orang begitu juga
sebaliknya. Untuk itu, dikatakan Icho maka pintar-pintar kita untuk
mengkreasikan style kita," ujarnya Jumat (7/3).
"Selain itu tentu ada pro dan kontra dalam masyarakat mengenai komunitas ini, tapi saya menganggap itu kembali ke diri kita masing-masing. Yang pastinya Hijabers Medan ini niatnya Syiar. Kalau niat kita Syiar apapun yang dibilang orang kita tetap jalan. Kembali ke niat dong, di mana kita berharap agar muslimah-muslimah yang di Medan tentunya yang belum berhijab akan berhijab," ungkapnya. Dan pihaknya tak menutup pintu untuk kaum muslimah yang belum berhijab silahkan ikut bergabung bersama. Karena semakin sering kita berkumpul dengan orang-orang berhijab akan semakin kuat percaya diri kita untuk berhijab tambahnya.Selain aktif dengan pengajian. Muslimah-muslimah lainnya juga bisa berinteraksi melalui sosial media yang sudah berkembang pesat juga. Dan dari media tersebut pihaknya sering berbagi info. Baginya, menggunakan hijab juga tidak harus berlebihan dengan gaya yang ribet. Karena akan banyak mengundang pertanyaan orang, dan mengatakan terlalu ribet bila berhijab. Untuk itu pakailah jilbab yang simpel apalagi saat kita hanya ingin pergi ke mall atau acara yang santai. Jadi buatlah sesimpel mungkin, lain halnya bila ingin pergi ke pesta atau acara resmi. Tapi kalau yang simpel bila ingin untuk sholat jadi lebih gampang. "Berhijab akan selalu bermasalah dengan rambut untuk itu, pakai shampo anti rontok dan anti ketombe. Dan saya pribadi juga mengusahakan jangan menggunakan jilbab saat rambut basah, usahakan sampai kering, karena itu akan membuat rambut lepek dan bau. Dan gantilah jilbab serta inernya sesering mungkin karena itu juga mempengaruhi," sarannya. (prawira)
Analisis
Kasus
Pada
contoh diatas dijelaskan bahwa sekarang para perempuan berjilbab atau
berhijab sudah tak lagi dipandang orang dengan setengah mata, ini di
karenakan bahwa tren hijab sudah meracuni sebagian besar masyarakat
Indonesia. Bahkan sekarang bermunculan desainer-desainer muda yang khusus
merancang baju hijab. Dan menurut saya pada kasus di atas dengan semakin
banyaknya komunitas hijab yang ada akan meningkatkan kreatifitas seseorang
dalam mengaplikasikan sesuatu yang dipakainya. Dan juga komunitas jibab juga
dapat menumbuhkan rasa percaya diri seseorang yang memakai jilbab, karena
pada jaman sekarang wanita-wanita yang berjilbab tidak akan merasa bahwa yang
mereka gunakan selama ini hanyalah gaya berjilbab itu-itu saja namun dapat
mengaplikasikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa. Dan juga dalam
komunitas diatas mereka berinteraksi melalui media-media sosial. Dan hal
tersebut juga dapat mengefisienkan waktu dalam hal berbagi inovasi bergaya
jibab antar anggota komunitas. Pada kasus ini juga diterangkan bahwa berhijab
tak harus dengan gaya berpakaian dan berkerudung yang ribet, namun kita juga
dapat mengaplikasikannya secara simple. Dan juga pada jaman sekarang
kaum-kaum hijab sudah tak lagi pusing harus dimana mereka mencari
pakaian-pakaian yang model-model hijab, itu di karenakan bahwa sekarang sudah
banyak memjamur took-toko yang menjual pakaian model hijab dan juga
dibeberapa took pakaian hijab kita dapat mengkreasikan kreasi kita untuk
mencocokan pakaian dan jilbab yang akan kita gunakan.
Sumber :http://medanbisnisdaily.com/news/read/2014/03/08/83312/semakin_banyak_hijabers_berprestasi/ |
Langganan:
Komentar (Atom)