Tana Toraja
Suku Toraja adalah suku
yang menetap di pegunungan yang berada di Sulawesi Selatan, Indonesia. Mayoritas
penduduk disana memeluk agama kristen sedangkan untuk pemeluk agama islam dan
kepercayaan animisme disebut dengan Aluk
To Dolo. Kata Toraja sendiri menpunyai arti to riaja
yang berarti “orang yang berdiam di negri atas”.
Disini saya akan menjelaskan beberapa fakta unik
mengenai suku Toraja
1. LONDA
Londa
adalah kuburan batu yang berada di dalam goa. Kuburan ini biasanya dikhususkan
untuk keluarga-keluarga bangsawan dan keturunan Lengke. Kuburan ini termasuk
kuburan leluhur bagi masyarakan Toraja. Dari luar terlihat luas tetapi ketika
kita memasukinya ternyata didalamnya sempit. Londa ada sejak abad ke 11 sudah
hampir 1000 tahun. Uniknya didalam Londa tidak ada tercium bau tak sedap itu di
karenakan masyarakat Tana Toraja pandai dalam mengawetkan mayat memakai ramuan
tradisional.
2. Erong
Erong adalah
peti mati yang digantungkan di luar. Dalam menempatkan erong juga tidak boleh
sembarang harus sesuai dengan status sosial. Erong sendiri mempunyai beberapa
bentuk seperti rumah adat, kerbau, dan babi. Semua itu mempunyai arti yaitu:
·
Yang berbentuk
rumah adat artinya ia adalah keturunan bangsawan
·
Yang berbentuk
babi menandakan makam wanita
·
Yang berbentuk
kerbau menandakan makam laki-laki
3. Bori Parinding
Bori
Parinding adalah kuburan batu (menhir) sudah ada sejak 1717. Batu-batu ini
sebagai lambang bangsawan yang sudah meninggal. Batu-batu ini harus berasal
dari desa-desa tempat jenazah itu tinggal.
4. Kambira
kambira adalah makam yang berada di dalam pohon yang dilubangi. makam ini dikhususkan bagi bayi-bayi toraja pada jaman dahulu, tetapi khusus bagi bayi-bayi yang belum mempunyai gigi. Kambira sendiri terakhir digunakan pada tahun 1950-an. Dimaksudkan mayat-mayat bayi tersebut diletakan disana adalah batang pohon mempunyai getah putih yang warnanya sama dengan air susu ibu, jadi masyarakat Toraja percaya bahwa bayi-bayi disana tidak akan kelaparan.
Pasti diantara kalian mananyakan mengapa banyak kuburan batu di Toraja?
itu dikarenakan dari jaman dahulu nenek moyang mereka ingin memperlakukan orang meninggal dengan layak maka dari itu mereka menaruhnya dibatu bukan ditanah agak mayat tersebut tidak cepat rusak, sehingga dapat dilihat oleh anak cucu kelak.
Didepan kuburan kalian juga akan menemui patung tau-tau
patung-patung tersebut diperuntukan untuk kaum bangsawan saja. Patung dibuat semirip mungkin dengan aslinya plus aksesoris yang sehari-hari dipakai. Ditoraja sendiri hanya ada 7 pembuat patung tau-tau. patung tau-tau terbuat dari kayu nangka itu dikarenakan kayu tersebut kuat.
5. Rambu Solo
Rambu Solo adalah upacara untuk mengantarkan orang yang meninggal. prinsip disana adalah memberikan yang terbaik bagi leluhur. Pada upacara rambu solo tuan rumah harus menjamu para tamu sampai mereka kenyang. tamu tersebut haruslah kenyang bila tidak senang tuan rumah akan menanggung malu. Rambu solo sendiri artinya selepas matahari turun. Dalam upacara tersebut laki-laki bertugas mengangkat peti sedangkan wanita berjalan didepan dibawah kain berwarna merah (warna duka cita bagi suku Toraja).






Tidak ada komentar:
Posting Komentar