Entri Populer

Jumat, 30 Oktober 2015

Definisi Kekuasaan dan sumber-sumber kekuasaan menurut French dan Raven

Definisi Kekuasaan
Pengertian Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku atau, Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi 
Dalam pembicaraan umum, kekuasaan dapat berarti kekuasaan golongan, kekuasaan raja, kekuasaan pejabat negara. Sehingga tidak salah bila dikatakan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. 
Robert Mac Iver mengatakan bahwa Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah / dengan tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yg tersedia. Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan, ada yg memerintah dan ada yg diperintah. Manusia berlaku sebagau subjek sekaligus objek dari kekuasaan. Contohnya Presiden, ia membuat UU (subyek dari kekuasaan) tetapi juga harus tunduk pada UU (objek dari kekuasaan).

Sumber-Sumber Kekuasaan Menurut French dan Raven
Pengertian Sumber Kekuasaan 
John R French, Jr. Dan Betram Raven (dalam Wirawan, 2013)  membagi kekuasaan berdasarkan basis kekuasaan atau basis of power.  Yang dimaksud dengan basis kekuasaan adalah sumber hubungan  kekuasaan antara agen dengan target. Sumber kekuasaan menurut mereka ada 5 yaitu: 
(1) coercive power atau kekuasaan paksa, 
(2) reward power atau kekuasaan imbalan, 
(3) expert power atau kekuasaan keahlian, 
(4) legitimate power atau kekuasaan legitimasi dan 
(5) referent power atau kekuasaan referensi. 
Betram Raven dan W.Kruglanski (1975 dalam Wirawan 2013) mengidentifikasi jenis kekuasaan ke-6, information power atau kekuasaan informasi. Paul Hersey, Kenneth H. Blanchard dan Dewey E. Johnson (1996) menambah satu jenis kekuasaan lagi yaitu  connection power atau kekuasaan koneksi yang bersumber dari hubungan  seseorang dengan pemegang kekuasaan lain.  

Daftar Pustaka
Wirawan. (2013). Kepemimpinan : contoh aplikasi untuk kepemimpinan wanita, organisasi bisnis, pendidikan dan militer. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Greene, Robert. (2007). 48 hukum kekuasaan. Tanggerang: Karisma Publishing Group.
Rivai, Veithzal. Deddy, Mulyadi. (2012). Kepemimpinan dan perilaku organisasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Jumat, 23 Oktober 2015

Bagaimana mempengaruhi orang lain & wewenang


Model Mempengaruhi Perilaku dan Perannya dalam Psikologi

Cara mempengaruhi orang lain dengan dikemukakan oleh Aristotle yang menyatakan terdapat 3 pendekatan dasar dalam komunikasi yang mampu mempengaruhi orang lain, yaitu;
1. Logical argument (logos), yaitu penyampaian ajakan menggunakan argumentasi data-data yang      ditemukan. Hal ini telah disinggung dalam komponen data.

2. Psychological emotional argument (pathos), yaitu penyampaian ajakan menggunakan efek emosi positif maupun negatif. Misalnya, iklan yang menyenangkan, lucu dan membuat kita berempati termasuk menggunakan pendekatan psychological argument dengan efek emosi yang positif. Sedangkan iklan yang menjemukan, memuakkan bahkan membuat kita marah termasuk pendekatan psychological argument dengan efek emosi negatif.

3. Argument based on credibility (ethos), yaitu ajakan atau arahan yang dituruti oleh komunikate audience karena komunikator mempunyai kredibilitas sebagai pakar dalam bidangnya. Contoh, kita menuruti nasehat medis dari dokter, kita mematuhi ajakan dari seorang pemuka agama, kita menelan mentah-mentah begitu saja kuliah dari dosen. Hal ini semata-mata karena kita mempercayai kepakaran seseorang dalam bidangnya.

Wewenang

Wewenang adalah suatu hak yang telah ditetapkan dalam tata tertib sosial untuk menetapkan kebijaksanaan, menentukan keputusan-keputusan mengenai masalah-masalah penting, dan untuk menyelesaikan pertentangan-pertentangan. Kekuasaan tanpa wewenang merupakan kekuatan yang tidak sah. Kekuassaan harus mendapatkan pengakuan dan pengesahan dari masyarakat agar menjadi wewenang. Wewenang hanya mengalami perubahan dalam bentuk. Berdasarkan kenyataan wewenang tadi tetap ada. Perkembangan suatu wewenang terletak pada arah serta tujuan untuk sebanyak mungkin memenuhi bentuk-bentuk yang diidam-idamkan masyarakat. (Soejono, 2012)

1. Wewenang Kharismatis, Tradisional, dan Rasional (Legal)
Perbedaan ini di kemukakan oleh Max Weber. Perbedaan tersebut didasarkan pada hubungan antara tindakan dengan dasar hukum yang berlaku. Wewenang kharismatis merupakan wewenang yang didasarkan pada kharisma, yaitu suatu kemampuan khusus yang ada pada diri seseorang. Wewenang tersebut akan dapat tetap bertahan selama dapat dibuktikan keampuhannya bagi seluruh masyarakat.

Wewenang tradisional dapat dipunyai oleh seseorang maupun sekelompok orang. Dengan kata lain, wewenang tersebut dimiliki oleh orang-orang yang menjadi anggota kelompok, yang sudah lama sekali mempunyai kekuasaan di dalam suatu masyarakat. Wewenang tadi di punyai oleh seseorang atau sekelompok orang bukan karena mereka mempunyai kemampuan-kemampuan khusus seperti pada wewenang kharismatis, tetapi karena kelompok tadi mempunyai kekuasaan dan wewenang yang telah melembaga dan bahkan menjiwai masyarakat. Demikian lamanya golongan tersebut memegang tampuk kekuasaan hingga membuat masyarakat percaya dan mengikuti kekuasaannya.

Wewenang rasional atau legal, adalah wewenang yang di standarkan pada sistem hukum yang berlaku dalam masyarakat. Sistem hukum disini dipahamkan sebagai kaidah-kaidah yang telah diakui serta ditaati masyarakat dan bahkan yang telah diperkuat oleh negara. Pada wewenang yang didasarkan pada sistem hukum, harus dilihat juga apakah sistem hukumnya berstandar pada tradisi, agama, atau faktor-faktor lain. Kemudian, harus di telaah pula hubungannya dengan sistem kekuasaan serta menguji pula apakah sistem hukum tadi cocok atau tidak dengan sistem kebudayaan masyarakat supaya kehidupan dapat berjalan dengan tenang dan tentram.

2. Wewenang resmi dan tidak resmi
Wewenang tidak resmi adalah wewenang yang berlaku dikelompok-kelompok kecil yang tidak resmi karena bersifat spontan, situasional, dan didasarkan pada faktor saling mengenal dan bersifat tidak sistematis.

Wewengang resmi sifatnya sistematis, diperhitungkan, dan rasional. Biasanya wewengang tersebut dapat dijumpai oleh kelompok-kelompok besar yang memerlukan aturan-aturan tata tertib yang tegas dan bersifat tetap.

3. Wewenang pribadi dan teritorial
Wewenang pribadi sangat tergantung pada solidaritas antara anggota-angggota
kelompok, dan disini unsur kebersamaan sangat memegang peranan. Para individu dianggap lebih banyak memiliki kewajiban ketimbang hak. Struktur wewenang bersifat konsentris, yaitu dari suatu titikpusat lalu meluas melalui lingkaran-lingkaran wewenang tertentu


4. Wewenang terbatas dan menyeluruh
Wewenang terbatas, adalah wewenang yang tidak mencakup semua sektor atau bidang kehidupan, tetapi hanya terbatas pada salah satu sektor atau bidang saja.
Wewenga menyeluruh berarti suatu wewenang yang tidak dibatasi oleh bidang-bidang kehidupan tertantu.

* Kesimpulan *
Jadi cara mempengaruhi orang lain dengan dikemukakan oleh Aristotle terdapat 3 poin utama yaitu :
1. Logical argument (logos),
2. Psychological emotional argument (pathos),
3. Argument based on credibility (ethos).

Wewenang menurut Max Weber, adalah suatu hak yang ditetapkan dalam suatu tata tertib sosial untuk menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan, menentukan keputusan-keputusan mengenai persoalan-persoalan yang penting, dan untuk menyelesaikan pertentangan-pertentangan.  Wewengan ada 3 macam yaitu:
1. Wewenang kharismatis,
2. Wewenang tradisional,
3. Wewenang rasional atau legal.

Daftar Pustaka :
Leavitt, J.H. (1992) Psikologi manajemen. Jakarta: Erlangga
Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers

Sabtu, 17 Oktober 2015

Definisi Pengaruh & Kunci-Kunci Perubahan Perilaku

DEFINISI PENGARUH


Berikut ini adalah pengertian dan definisi pengaruh:

#MENURUT KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA

Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Sementara itu, Surakhmad (1982:7) menyatakan bahwa  pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada di sekelilingnya. Jadi, dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu orang maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam  sehingga mempengaruhi apa-apa yang ada di sekitarnya.

# WIRYANTO
Pengaruh merupakan tokoh formal mauoun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi

# M. SUYANTO (AMIKOM YOGYAKARTA)
Pengaruh merupakan nilai kualitas suatu iklan melalui media tertentu

# UWE BECKER
Pengaruh adalah kemampuan yang terus berkembang yang - berbeda dengan kekuasaan - tidak begitu terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan
(involed is formatif vermogen dat - in tegens telling tot macht - niet direct verbonden is met strijd en de doorzetting van belangen

# NORMAN BARRY
Pengaruh adalah suatu tipe kekuasaan yang jika seorang yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya
(influence is a type of power in that a person who is influenced to act in a certain way may be said to be caused so to act, even though an overt threat of santions will not be the motivating force)

# ROBERT DAHL
A mempunyai pengaruh atas B sejauh ia dapat menyebabkan B untuk berbuat sesuatu yang sebenarnya tidak akan B lakukan

# SOSIOLOGI PEDESAAN
Pengaruh merupakan kekuasaan yang mengakibatkan perubahan perilaku orang lain atau kelompok lain

# BERTRAM JOHANNES OTTO SCHRIEKE
Pengaruh merupakan bentuk dari kekuasaan yang tidak dapat diukur kepastiannya

# ALBERT R. ROBERTS & GILBERT
Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan

# JON MILLER
Pengaruh merupakan komoditi berharga dalam dunia politik Indonesia


KUNCI KUNCI PERUBAHAN PERILAKU

Menurut WHO, yang dikutip oleh Notoatmodjo (1993), perubahan perilaku dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu : 

1. Perubahan alamiah (natural change), ialah perubahan yang dikarenakan perubahan pada lingkungan fisik, sosial, budaya ataupun ekonomi dimana dia hidup dan beraktifitas. 
2. Perubahan terencana (planned change), ialah perubahan ini terjadi, karena memang direncanakan sendiri oleh subjek. 
3. Perubahan dari hal kesediaannya untuk berubah (readiness to change), ialah perubahan yang terjadi apabila terdapat suatu inovasi atau program-program baru, maka yang terjadi adalah sebagian orang cepat mengalami perubahan perilaku dan sebagian lagi lamban. Hal ini disebabkan setiap orang mempunyai kesediaan untuk berubah yang berbeda-beda.

Tim ahli WHO (1984), menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang itu berperilaku ada empat alasan pokok, yaitu : 

1. Pemikiran dan perasaan Bentuk pemikiran dan perasaan ini adalah pengetahuan, kepercayaan, sikap dan lain-lain. 
2. Orang penting sebagai referensi Apabila seseorang itu penting bagi kita, maka apapun yang ia katakan dan lakukan cendrung untuk kita contoh. Orang inilah yang dianggap kelompok referensi seperti : guru, kepala suku dan lain-lain. 
3. Sumber-sumber daya Yang termasuk adalah fasilitas-fasilitas misalnya : waktu, uang, tenaga kerja, ketrampilan dan pelayanan. Pengaruh sumber daya terhadap perilaku dapat bersifat positif maupun negatif. 
4. Kebudayaan Perilaku normal, kebiasaan, nilai-nilai dan pengadaan sumber daya di dalam suatu masyarakat akan menghasilkan suatu pola hidup yang disebut kebudayaan. Perilaku yang normal adalah salah satu aspek dari kebudayaan dan selanjutnya kebudayaan mempunyai pengaruh yang dalam terhadap perilaku. Dari uraian tersebut diatas dapat dilihat bahwa, alasan seseorang berperilaku. Oleh sebab itu, perilaku yang sama diantara beberapa orang dapat berbeda-beda penyebab atau latar belakangnya



Daftar Pustaka

Munandar, Ashar Sunyoto. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta. Universitas Indonesia
Sarwono, S.W. (2005). Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka
Nasikun. (1993). Sistem Sosial Indonesia, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Sabtu, 10 Oktober 2015

Definisi Komunikasi & Dimensi Komunikasi

I. Definisi Komunikasi
Istilah komunikasi mengandung makna bersama-sama (common, commoness: inggris), berasal dari bahasa latin, communication yang artinya pemberitahuan, pemberi bagian, pertukaran dimana si pembicara mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarannya. Kata sifat communis, yang artinya bersifat umum atau bersama-sama. Kata kerjanya adalah communicare, artinya berdialog, berunding atau bermusyawarah. (Arifin, 1998; 19)

Proses Komunikasi

Pihak pengirim (sumber) berfungsi sebagai komunikator menyajikan pesan komunikasi dalam bentuk kode-kode komunikasi (bahasa lisan, gerak, atau melalui media). Pasan itu selanjutnya disalurkan secara langsung atau tidak langsung. Pesan yang disandikan ini selajutnya diartikan oleh penerima (komunikan). Komunikan selanjutnya memberi respon terhadap pesan yang diterima dan seterusnya secara berkesinambungan dan bergantian.n dengan adanya proses pengulangan komunikasi antar komunikator dengan komunikan dalam siklus diatas, maka dapat dipastikan bahwa suatu komunikasi telah terjadi

II. Dimensi-Dimensi Komunikasi
 Empat dimensi dari proses komunikasi diantaranya:
1. Isi
A biasanya berbicara kepada B tentang sesuatu. Proses itu mempunyai suatu isi. Apabila kita bersuara di dalam suatu percakapan, biasanya isinya pertama-tama adalah diri kita. Memang, isi dari komunikasi adalah merupakan hal yang dipikirkan oleh para ahli psikologi dan ahli bisnis ketika mereka memikirkan tentang hubungan antar manusia.
2. Suara
Kita dapat menjumpai suara saluran seperti gangguan udara pada kawat telepon yang menyebabkan B sukar untuk mendengar apa yang dikatakan oleh A. kita juga perlu memikirkan tentang adanya suara-suara psikologis, seperti misalnya pikiran B tentang hal-hal lain, sehingga sekali lagi adalah sukar bagi B untuk mendengarkannya: ia tidak memahami kata-kata yang dipergunakan oleh A di dalam cara sebagaimana A memahaminya.
3. Jaringan
Biasanya kita berpikir bahwa percakapan antara A dengan B adalah langsung. Tetapi banyak percakapan semacam itu, terutama di dalam organisasi, ditengahi oleh orang lain. Suatu hal yang dianggap harus dinyatakan oleh bagan organisasi kepada kita ialah bahwa A dapat berbicara dengan B hanya dengan melalui C atau D.
4. Arah
Arah Komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu satu arah dan dua arah. Lagi-lagi ini adalah merupakan dimensi yang bebas. Apapun yang mungkin dikatakan oleh A dan B, sejauh manapun gangguan suara ikut terlibat, bagaimanapun jaringannya, A mungkin berbicara dengan B cara ini: A=>B; atau cara ini: A=><=B. A dapat berbicara dan B hanya dapat mendengarkan, yaitu komunikasi satu arah; atau A dapat berbicara dan B dapat membalas berbicara kembali, yaitu komuniksai dua arah.

III. Kesimpulan
Definisi Komunikasi
Menurut saya, komunikasi secara umum dapat diartikan sebagai proses penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikan dengan menggunakan media dan cara penyampaian informasi yang dipahami oleh kedua pihak, serta saling memiliki arti lewat transmisi pesan secara simbolik.

Dimensi Komunikasi
1. Isi : Jika A berbicara kepada si B, maka pada saat kita bersuara biasanya isinya pertama-tama adalah diri kita sebagai isi dari komunikasi tersebut.
2. Suara : Suara disini bisa juga di sebut dengan kebisingan yang mempengaruhi komunikasi seseorang bisa dikarenakan gangguan udara pada kawat telepon atau mengenai suara-suara psikologi yang didengan oleh orang yang berbicara dengan kita.
3. Jaringan : Menurut saya dalam jaringan ini, komunikasi tidak hanya percakapan secara langsung namun dapat melalui pelantara orang lain atau media lain.
4. Arah : Dalam komunikasi terdapat dua yaitu cara kita berkomunikasi secara dua arah atau secara satu arah.

IV. Sumber
Munandar, Ashar Sunyoto. 2008. PSIKOLOGI INDUSTRI dan ORGANISASI. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press)

Anwar Arifin. 1995. Ilmu Komunikasi. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta

Effendy, Onong Uchjana. 1981. Dimensi-Dimensi Komunikasi. Bandung: Alumni 1981