I. Definisi Komunikasi
Istilah komunikasi mengandung makna bersama-sama (common, commoness: inggris), berasal dari bahasa latin, communication yang artinya pemberitahuan, pemberi bagian, pertukaran dimana si pembicara mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarannya. Kata sifat communis, yang artinya bersifat umum atau bersama-sama. Kata kerjanya adalah communicare, artinya berdialog, berunding atau bermusyawarah. (Arifin, 1998; 19)
Proses Komunikasi
Pihak pengirim (sumber) berfungsi sebagai komunikator menyajikan pesan komunikasi dalam bentuk kode-kode komunikasi (bahasa lisan, gerak, atau melalui media). Pasan itu selanjutnya disalurkan secara langsung atau tidak langsung. Pesan yang disandikan ini selajutnya diartikan oleh penerima (komunikan). Komunikan selanjutnya memberi respon terhadap pesan yang diterima dan seterusnya secara berkesinambungan dan bergantian.n dengan adanya proses pengulangan komunikasi antar komunikator dengan komunikan dalam siklus diatas, maka dapat dipastikan bahwa suatu komunikasi telah terjadi
II. Dimensi-Dimensi Komunikasi
Empat dimensi dari proses komunikasi diantaranya:
1. Isi
A biasanya berbicara kepada B tentang sesuatu. Proses itu mempunyai suatu isi. Apabila kita bersuara di dalam suatu percakapan, biasanya isinya pertama-tama adalah diri kita. Memang, isi dari komunikasi adalah merupakan hal yang dipikirkan oleh para ahli psikologi dan ahli bisnis ketika mereka memikirkan tentang hubungan antar manusia.
2. Suara
Kita dapat menjumpai suara saluran seperti gangguan udara pada kawat telepon yang menyebabkan B sukar untuk mendengar apa yang dikatakan oleh A. kita juga perlu memikirkan tentang adanya suara-suara psikologis, seperti misalnya pikiran B tentang hal-hal lain, sehingga sekali lagi adalah sukar bagi B untuk mendengarkannya: ia tidak memahami kata-kata yang dipergunakan oleh A di dalam cara sebagaimana A memahaminya.
3. Jaringan
Biasanya kita berpikir bahwa percakapan antara A dengan B adalah langsung. Tetapi banyak percakapan semacam itu, terutama di dalam organisasi, ditengahi oleh orang lain. Suatu hal yang dianggap harus dinyatakan oleh bagan organisasi kepada kita ialah bahwa A dapat berbicara dengan B hanya dengan melalui C atau D.
4. Arah
Arah Komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu satu arah dan dua arah. Lagi-lagi ini adalah merupakan dimensi yang bebas. Apapun yang mungkin dikatakan oleh A dan B, sejauh manapun gangguan suara ikut terlibat, bagaimanapun jaringannya, A mungkin berbicara dengan B cara ini: A=>B; atau cara ini: A=><=B. A dapat berbicara dan B hanya dapat mendengarkan, yaitu komunikasi satu arah; atau A dapat berbicara dan B dapat membalas berbicara kembali, yaitu komuniksai dua arah.
III. Kesimpulan
Definisi Komunikasi
Menurut saya, komunikasi secara umum dapat diartikan sebagai proses penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikan dengan menggunakan media dan cara penyampaian informasi yang dipahami oleh kedua pihak, serta saling memiliki arti lewat transmisi pesan secara simbolik.
Dimensi Komunikasi
1. Isi : Jika A berbicara kepada si B, maka pada saat kita bersuara biasanya isinya pertama-tama adalah diri kita sebagai isi dari komunikasi tersebut.
2. Suara : Suara disini bisa juga di sebut dengan kebisingan yang mempengaruhi komunikasi seseorang bisa dikarenakan gangguan udara pada kawat telepon atau mengenai suara-suara psikologi yang didengan oleh orang yang berbicara dengan kita.
3. Jaringan : Menurut saya dalam jaringan ini, komunikasi tidak hanya percakapan secara langsung namun dapat melalui pelantara orang lain atau media lain.
4. Arah : Dalam komunikasi terdapat dua yaitu cara kita berkomunikasi secara dua arah atau secara satu arah.
IV. Sumber
Munandar, Ashar Sunyoto. 2008. PSIKOLOGI INDUSTRI dan ORGANISASI. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press)
Anwar Arifin. 1995. Ilmu Komunikasi. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
Effendy, Onong Uchjana. 1981. Dimensi-Dimensi Komunikasi. Bandung: Alumni 1981
Istilah komunikasi mengandung makna bersama-sama (common, commoness: inggris), berasal dari bahasa latin, communication yang artinya pemberitahuan, pemberi bagian, pertukaran dimana si pembicara mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarannya. Kata sifat communis, yang artinya bersifat umum atau bersama-sama. Kata kerjanya adalah communicare, artinya berdialog, berunding atau bermusyawarah. (Arifin, 1998; 19)
Proses Komunikasi
Pihak pengirim (sumber) berfungsi sebagai komunikator menyajikan pesan komunikasi dalam bentuk kode-kode komunikasi (bahasa lisan, gerak, atau melalui media). Pasan itu selanjutnya disalurkan secara langsung atau tidak langsung. Pesan yang disandikan ini selajutnya diartikan oleh penerima (komunikan). Komunikan selanjutnya memberi respon terhadap pesan yang diterima dan seterusnya secara berkesinambungan dan bergantian.n dengan adanya proses pengulangan komunikasi antar komunikator dengan komunikan dalam siklus diatas, maka dapat dipastikan bahwa suatu komunikasi telah terjadi
II. Dimensi-Dimensi Komunikasi
Empat dimensi dari proses komunikasi diantaranya:
1. Isi
A biasanya berbicara kepada B tentang sesuatu. Proses itu mempunyai suatu isi. Apabila kita bersuara di dalam suatu percakapan, biasanya isinya pertama-tama adalah diri kita. Memang, isi dari komunikasi adalah merupakan hal yang dipikirkan oleh para ahli psikologi dan ahli bisnis ketika mereka memikirkan tentang hubungan antar manusia.
2. Suara
Kita dapat menjumpai suara saluran seperti gangguan udara pada kawat telepon yang menyebabkan B sukar untuk mendengar apa yang dikatakan oleh A. kita juga perlu memikirkan tentang adanya suara-suara psikologis, seperti misalnya pikiran B tentang hal-hal lain, sehingga sekali lagi adalah sukar bagi B untuk mendengarkannya: ia tidak memahami kata-kata yang dipergunakan oleh A di dalam cara sebagaimana A memahaminya.
3. Jaringan
Biasanya kita berpikir bahwa percakapan antara A dengan B adalah langsung. Tetapi banyak percakapan semacam itu, terutama di dalam organisasi, ditengahi oleh orang lain. Suatu hal yang dianggap harus dinyatakan oleh bagan organisasi kepada kita ialah bahwa A dapat berbicara dengan B hanya dengan melalui C atau D.
4. Arah
Arah Komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu satu arah dan dua arah. Lagi-lagi ini adalah merupakan dimensi yang bebas. Apapun yang mungkin dikatakan oleh A dan B, sejauh manapun gangguan suara ikut terlibat, bagaimanapun jaringannya, A mungkin berbicara dengan B cara ini: A=>B; atau cara ini: A=><=B. A dapat berbicara dan B hanya dapat mendengarkan, yaitu komunikasi satu arah; atau A dapat berbicara dan B dapat membalas berbicara kembali, yaitu komuniksai dua arah.
III. Kesimpulan
Definisi Komunikasi
Menurut saya, komunikasi secara umum dapat diartikan sebagai proses penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikan dengan menggunakan media dan cara penyampaian informasi yang dipahami oleh kedua pihak, serta saling memiliki arti lewat transmisi pesan secara simbolik.
Dimensi Komunikasi
1. Isi : Jika A berbicara kepada si B, maka pada saat kita bersuara biasanya isinya pertama-tama adalah diri kita sebagai isi dari komunikasi tersebut.
2. Suara : Suara disini bisa juga di sebut dengan kebisingan yang mempengaruhi komunikasi seseorang bisa dikarenakan gangguan udara pada kawat telepon atau mengenai suara-suara psikologi yang didengan oleh orang yang berbicara dengan kita.
3. Jaringan : Menurut saya dalam jaringan ini, komunikasi tidak hanya percakapan secara langsung namun dapat melalui pelantara orang lain atau media lain.
4. Arah : Dalam komunikasi terdapat dua yaitu cara kita berkomunikasi secara dua arah atau secara satu arah.
IV. Sumber
Munandar, Ashar Sunyoto. 2008. PSIKOLOGI INDUSTRI dan ORGANISASI. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press)
Anwar Arifin. 1995. Ilmu Komunikasi. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
Effendy, Onong Uchjana. 1981. Dimensi-Dimensi Komunikasi. Bandung: Alumni 1981

Tidak ada komentar:
Posting Komentar